Kamis, 16 April 2009

Golkar Unggul di Simalungun, PAN Turunkan Relawan Kawal Suara

SIMALUNGUN (Waspada): Meskipun perhitungan hasil pemilu legislatif secara resmi belum dilakukan pihak KPUD, namun sudah bisa diprediksi Partai Golkar berhasil menduduki ranking pertama perolehan suara untuk semua tingkatan. Sedangkan Partai Demokrat menduduki ranking kedua, disusul PDIP, PKS, PAN, PDP dan partai lainnya.

Hasil catatan dari Posko Pemilu Pemkab Simalungun, dari 31 kecamatan yang ada di Kabupatenm Simalungun, baru 17 kecamatan yang melaporkan hasil perolehan suara. Hasil sementara 10 besar yang berhasil dihimpun hingga, Rabu (15/4), untuk DPR-RI, Partai Golkar memperoleh 26.411 suara, Demokrat 26.000 suara, PDIP 15.152 suara, PDP 8972 suara, PKS, 8779 suara, PAN 8879 suara, PDS 7503 suara, PPP 5345 suara, Gerindra 4325 suara dan Hanura 3151 suara.

Kemudian 10 besar untuk DPRD Provinsi, masing-masing Partai Golkar 29.050 suara, Demokrat 23.129 suara, PDIP 17.137 suara, PDP 7745 suara, PKS 7621 suara, PAN 6478 suara, PPRN 5583 suara, Pelopor 5191 suara, PDS 4735 suara dan PPP 4414 suara.

Demikian halnya untuk DPRD Simalungun, dari lima daerah pemilihan Partai Golkar unggul di Dapem I, II, IV dan IV. Sedangkan untuk Dapem III Partai Demokrat yang unggul. Di Dapem I, Golkar berhasil memperoleh 14.571 suara, Demokrat 9.720 suara, PDIP 7068 suara, PAN 6041 suara, PKS 6002 suara, PPP 3259 suara, PKB 2850 suara, Hanura 2574 suara, dan PDK 2099 suara.

Dapem II, Partai Golkar memperoleh 2272 suara, PDIP 1500 suara, Demokrat 1303 suara, PPP 1214 suara, PKS 987 suara, PAN 802 suara, PMB 311 suara dan Hanura 292 suara.

Dapem III, Demokrat memperoleh 3846 suara, Golkar 3560 suara, PDIP 2646 suara, Partai Kedaulatan 1715 suara, PPPI 1405 suara, Partai Nasional Indonesia Marhaenis 1403 suara, PAN 1089 suara dan PPP 1029 suara.

Dapem IV, Golkar 5246 suara, Demokrat 4768 suara, PDIP 1674 suara, PIB 2506 suara, PPPI 1503 suara, PDS 1080 suara, PPRN 1030 suara dan PBN 1240 suara.

Dapem V, masing-masing Golkar memperoleh 9749 suara, Demokrat 8754 suara, PDIP 5614 suara, PDP 2693 suara, Partrai Karya Perjuangan 2455 suara, PAN 2327 suara, PNBK 2096 suara, PKS 2050 suara dan PDS 1978.

Relawan

Sementara itu, H Nasril Bahar, SE, caleg DPR-RI dari PAN didampingi Irwansyah Damanik, SE caleg DPRD Sumut juga dari PAN, kepada Waspada di Pematangsiantar, Rabu (15/4), menegaskan pihaknya telah menurunkan relawan, kader dan simpatisan untuk mengawal hasil perolehan suara PAN di Siantar dan Simalungun.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya pendzoliman terhadap perolehan suara yang telah diraih para caleg PAN di kedua daerah itu. “ Kita telah menurunkan relawan untuk mengawal perolehan suara PAN,” tegas Nasril, seraya menyatakan ‘Alhamdulillah’ dirinya masuk 5 besar untuk kursi DPR-RI dari Dapil IX.

Sementara, Irwansyah Damanik, yang namanya juga masuk pada posisi 6 besar untuk kursi DPRD provinsi, mengatakan, pengawalan perolehan suara akan dilakukan hingga sampai pleno penetapan kursi di KPUD. (a15)
selanjutnya

Selasa, 14 April 2009

Perolehan Suara Sementara di KPUD Sumut: 30 Caleg Paling Berpeluang ke Senayan

Medan – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumatera Utara (Sumut) masih terus melakukan tabulasi perolehan suara sementara melalui sistem teknologi informasi atau elektronik. Kendati suara yang masuk masih sebagian kecil, namun sudah menunjukkan gambaran awal partai-partai yang mendulang suara di Sumut serta caleg-caleg yang akan lolos ke senayan.

Berdasarkan tabulasi KPU Selasa 14 April hingga pukul 15.30 WIB, perolehan suara sementara DPR-RI Partai Demokrat unggul di tiga daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Utara. Dapil I (Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi), Dapil II (Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Nias, Nias Selatan, Labuhan Batu, Samosir, Mandailing Natal, Humbang Hasundutan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Padang Sidempuan dan Sibolga) dan Dapil III (Langkat, Karo, Simalungun, Asahan, Dairi, Pakpak Bharat, Batubara, Siantar, Tanjung Balai dan Binjai).

Perolehan suara sementara DPR-RI 10 besar parpol di Dapil Sumut I dari data di 143 TPS dengan jumlah 25.586 suara yang masuk, Demokrat 7.043 (27,527%), Golkar 3.646(14,25%), PKS 2.732(10,678%), PDI-P 1.840 (7,191%), PPP 1.540 (6,019%), PDS 1.206 (4,174%), PAN 1.092 (4,268%), Hanura 727 (2,841%), Gerindra 650 (2,54%) dan PPRN 599 (2,341%).

Di Dapil Sumut II dari data di 3 TPS dengan jumlah 82.414 suara adalah, Demokrat 17.479 (21,209%), Golkar 10.529 (12,776%), PDI-P 9.937 (12,507%), PPRN 5.838 (7,084%), Hanura 4.385 (5,321%), PDS 4.044 (4,907%), PAN 3.045 (3,695%), PKS 2.675(3,246%), Gerindra 2.642 (3,206%) dan PKPI 2.050 (2487%).

Di Dapil Sumut III dari data di 28 TPS dengan jumlah 39.662 suara yaitu, Demokrat 10.045 (25,327%), Golkar 7.417 (18,701%), PDI-P 3.590 (9,015%), PDS 2.170 (5,471%), PAN 1.979 (4,99%), PKS 1.964(4,952%), Hanura 1.461 (3,684%), Gerindra 1.216 (%), PBB 1.144 (2,884%) dan PPP 967 (2,438%).

30 Caleg Berpeluang

Sementara prolehan suara sementara 10 besar caleg DPR-RI untuk Dapil Sumut I masing-masing, Abdul Wahab Dalimunthe (PD) dengan jumlah suara 1.841, Tifatul Sembiring (PKS) 1.067 suara, Burhanuddin Napitupulu (Golkar) 851 suara, Panda Nababan (PDI) 794 suara, Meutya Hafid (Golkar) 602 suara, Sutan Bhatoegana (PD) 450 suara, Hasrul Azwar (PPP) 404 suara, Ibrahim Sakty Batubara (PAN) 307 suara, Toga Sianturi (PDS) 307 suara dan M Luhtfi (PKS) 192 suara.

Sedangkan 10 besar caleg DPR-RI untuk Dapil Sumut II masing-masing, Jhoni Allen (PD) dengan perolehan 5.451 suara, Trimedya Panjaitan (PDI) 4.539 suara, Sihar Pangihutuan (PPRN) 3.662 suara, Leo Nababan (Golkar) 2.326 suara, Sabar Martin Sirait (PDS) 2.179 suara, Amrun Daulay (PD) 2.124 suara, Chairuman Harahap (Golkar) 1.949 suara, Jeffry M Simamora (Gerindra) 1.514 suara, Iskan Qolbu Lubis (PAN) 1.378 suara dan Saidi Butar-Butar (PD) 1.335 suara.

Sementara 10 besar caleg DPR-RI untuk Dapil Sumut III masing-masing, Ali Wongso (Golkar) dengan perolehan 1.485 suara, Bachtiar Revanal (Golkar) 1.427 suara, Ruhut Sitompul (PD) 1.407 suara, Robert PL Gaol (Golkar) 1.262 suara, Edi Ramli (PD) 1.131 suara, Aldenta Siringo Ringo (PD) 954 suara, Nasril Bahar (PAN) 765 suara, Efendi Sianipar (PDI) 724 suara, Ansori Siregar (PKS) 642 suara dan Tritamtomo (PDI) 599 suara.

Namun nama-nama caleg 10 besar tersebut bukan berarti calon yang akan menuju kursi senayan. Karena yang berhak menuju senayan adalah partai yang dapat mencapai ambang batas 2,5 persen secara nasional. Selain itu, kursi perolehan partai juga akan dihitung berdasarkan Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) dan sisa suara untuk sisa kursi bila pada perhitungan BPP kursi belum terbagi habis. (rar/)
selanjutnya

Demokrat Unggul, Nasril Bahar Terbanyak Dipilih di Air Putih

WASPADA ONLINE - INDRAPURA - Perolehan suara Partai Demokrat (PD) mengungguli partai lainnya dalam perhitungan suara sementara DPR RI di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Air Putih, Batubara berlangsung di gedung UDKP Indrapura, Minggu hingga tadi malam.

Hasil perhitungan sementara PD meraih 3370 suara, caleg peraih suara terbanyaknya Ruhut Sitompul, nomor urut dua, dengan 566 suara diikuti Edi Ramli Sitanggang, nomor urut satu, 513 suara. Partai Golkar meraih 2121 suara menempati urutan kedua. Caleg nomor urut satu Golkar Ali Wongso Halomoan Sinaga meraih suara terbesar dengan mengumpulkan 769 suara. Caleg Partai Golkar nomor urut dua almarhum Aziz Angkat masih dicontreng pemilih dengan jumlah 33 suara. Aziz Angkat sebelumnya adalah Ketua DPRDSU dan meninggal dunia 3 Februari terkena serangan jantung setelah dikepung aksi demo anarkis massa di DPRDSU.

Urutan ketiga diraih PKS dengan 1583 suara. Caleg peraih suara terbesar di PKS Ansyori Siregar, 730 suara. Ansyori caleg nomor urut satu. Kemudian PAN meraih 1.357 suara dengan caleg peraih suara terbesarnya Nasril Bahar (964 suara). Posisi kelima, PPP 1.208 suara. Maiyasak Johan caleg nomor urut satu meraih suara terbesar dengan 659 suara.

Urutan 10 besar hasil perhitungan suara DPR RI di Air Putih lainnya adalah PPRN 955 suara, Partai Hanura 809, Gerindra 583 dan PDIP 578 suara.

Sementara itu hasil perhitungan sementara suara Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Rudolf M Pardede meraih suara terbesar di Air Putih 2.416 suara. Diikuti Darmayanti Lubis 1817, Rahmat Shah 1.689, SP Samosir 1.082, Parlindungan Purba 919, Arif Sarjono, 770, A Wahab Siregar 660, Bahdin Nur Tanjung 605, AG Yakob Manurung 506, dan H Kawa Waru 514 suara.

Jumlah suara sah untuk DPD 11.343. Hampir 50 persen suara DPD ini batal dan tidak dicoblos sama sekali oleh pemilih. Pemilih yang hadir ke TPS di Air Putih mencapai 22 ribu lebih dari 33 ribu lebih pemilih yang terdaftar di DPT.

Sampai berita ini dikirim, perhitungan suara di PPK Air Putih masih berlangsung. Perhitungan suara DPD sudah mendekati usai. Akan menyusul perhitungan suara DPRD provinsi dan kelanjutan perhitungan suara DPRD Batubara yang dilaksanakan di awal sempat tertunda akibat bannyaknya protes saksi parpol. Diperkirakan perhitungan usai dalam dua hari ini. Pada perhitungan suara Senin ini tidak dihadiri Ketua PPK Air Putih. Tidak diketahui penyebabnya.

Waspada
Selasa, 14 April 2009
selanjutnya

Sabtu, 11 April 2009

Rekapitulasi Suara di Siantar Dihentikan Paksa

detikcom, Medan - Rekapitulasi perhitungan suara di semua Panitia Pemlihan Kecamatan (PPK) di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara (Sumut) dihentikan paksa oleh pengurus sembilan partai politik peserta pemilu. Penghentian itu dilakukan karena rekapitulasi dilakukan sementara saksi partai belum menerima formulir C-1, yakni hasil penghitungan suara.

Penghentian itu pertama sekali berlangsung di Kecamatan Siantar Utara. Puluhan saksi partai mendatangi kantor Camat Siantar Utara tempat anggota PPK melakukan rekapitulasi perhitungan suara. Para saksi meminta rekapitulasi dihentikan untuk karena pegangan hasil penghitungan sah di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) belum diberikan kepada saksi partai.

Menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu PAN Siantar, Ali Harahap, para saksi tidak diberikan formulir C-1 oleh KPPS tanpa alasan yang jelas. Terutama formulir C-1 untuk penghitungan suara DPR RI dan DPRD Provinsi Sumut. Selain itu, ada perbedaan penghitungan yang menyebabkan berkurangnya perolehan suara.

"Misalnya di TPS 1 Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara. Dua suara untuk caleg no 1 PAN, Nasril Bahar yang tertera dalam kertas penghitungan di TPS atau formulir C-2, ternyata saat disalin ke formulir C-1, suara itu sudah berpindah ke caleg no 2 PAN. Banyak masalah seperti ini. Namun masalah paling besar, saksi tidak mendapat formulir C-1," kata Ali Harahap.

Setelah berhasil menghentikan penghitungan di Siantar Utara, para saksi kemudian mendatangi seluruh PPK lainnya di kota tersebut untuk mendesak penghentian. Di kantor Kecamatan Siantar timur, para pengurus parpol nyaris bentrok dengan camat setempat, karena tidak diperbolehkan masuk. Namun akhirnya secara keseluruhan penghitungan di tingkat PPK dihentikan.

Berkenaan dengan masalah ini, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Nasril Bahar mengingatkan angota Penitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kota Pematang Siantar untuk tidak bermain api dalam penghitungan hasil Pemilu. Jika terjadi kecurangan dalam penghitungan setiap anggotanya akan berhadapan dengan kader dan simpatisan PAN dan seterusnya dipersoalkan secara hukum.

"Indikasi kecurangan sudah terlihat. Penghentian penghitungan suara di seluruh PPK di Siantar mengindikasikan ada masalah. Kita sedang awasi situasi di Siantar ini," ujar Nasril Bahar.

Nasril menyebutkan, petugas PPK maupun KPUD Kota Siantar harusnya memahami, setiap kali terlibat dalam kecurangan, maka ancaman hukuman yang diberikan cukup tinggi. Jangan sampai karena tergoda bujukan, lantas terlibat dalam kecurangan."Sekarang ini penghitungan ulang sedang dihentikan, kita perhatikan saja, kader kita terus memantau, dan tidak mengizinkan dilakukan rekapitulasi sebelum saksi mendapat formulir C-1. Kita menjanjikan masalah hukum kepada mereka jika mencoba curang terhadap kita," ujar Nasril. (rul/ fiq)

detikcom
Sabtu, 11 April 2009
selanjutnya